Connect with us
thorragnarok

The Jungle Book Movie Review: A Classic Story and Splendid Visual With Strong Moral Substance Never Once Neglected

The Jungle Book Movie Review
Walt Disney Studios Motion Pictures

REVIEWS

The Jungle Book Movie Review: A Classic Story and Splendid Visual With Strong Moral Substance Never Once Neglected

This review contains no spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Beruntung sekali bakat aktor cilik Neel Sethi dilirik untuk proyek film adaptasi satu ini. Di usianya yang masih belia (baca: 12 tahun), Sethi mendapat peran utama menarik dan ditemani ensemble cast mumpuni, walau sebatas suara saja. Tak hanya itu, The Jungle Book juga menggunakan teknologi visual CGI terkini, yang membuat film ini tampil bak The Life of Pi (2012) versi anak-anak. Namun, jangan salah, karena target audiens dari film yang setting-nya didominasi hutan hujan tropis ini, ternyata seluas Samudera Pasifik itu.

Jika MuviBlaster kenal baik kisah The Jungle Book karya tulis anyar seorang Rudyard Kipling, pasti awam dengan si Mowgli, yang mirip Tarzan, mengalami masa puber di hutan. Namun, berbeda dengan Tazran, Mowgli cilik sudah banyak melakukan banyak hal besar, termasuk menyatukan nyaris seluruh penghuni hutan dengan bakat spesialnya.

Lebih jauh lagi, alih-alih primata yang fisiologi dan perilakunya mirip manusia, Mowgli justru dibesarkan oleh para predator (baca: serigala) berhati emas. Ia juga berteman dengan predator lain yang tak kalah baik, seekor panther hitam, Bagheera, dan beruang madu, Baloo. Singkat kata, ada sisipan moral menarik dalam kisah The Jungle Book yang sukses melampaui batas toleransi alam terhadap manusia, dan sebaliknya.

Di kisah aslinya, tak dijelaskan bagaimana Mowgli bisa merebut hati para predator ini. Asumsi logis kami adalah para predator ini masih memiliki hati nurani, terutama ketika melihat balita. Namun, binatang tak memiliki akal setinggi manusia, sehingga ketika Mowgli menjadi ancaman, ia harus kembali ke dunia manusia. Namun, apakah ini keputusan yang tepat?

Diarahkan oleh sutradara, produser, sekaligus aktor bertubuh tambun, Jon Favreau (Iron Man, Iron Man 2, Chef), The Jungle Book cukup setia dengan kisah aslinya, walau tidak 100%. Sebaliknya, beberapa modifikasi yang dilakukan Favreau, terutama memfokuskan kisah Mowgli dan relasinya dengan hutan, membuat sisipan moral film ini semakin terasa substansial. Bahwa terlepas Mowgli seyogyanya kembali ke dunia manusia, hatinya sudah tertambat di hutan. Dan bahwa manusia sebelumnya melulu dianggap sebagai pembawa bencana dengan Bunga Merahnya, dapat tetap menduduki puncak rantai makanan dan membawa simbiosis menguntungkan.

Neel Sethi si Pencuri Perhatian

Tubuhnya kecil namun hatinya besar. Well … pujian ini bukan hanya kami tujukan untuk si Mowgli, namun juga aktor cilik keturunan India – Amerika pemerannya.  Kami pun tak heran jika dari sekian banyak kandidat, Sethi-lah yang terpilih. Sebagai Mowgli, raut wajahnya menggemaskan walau sedang takut dan gerak-geriknya pun selalu lincah walau berbagai medan indah yang ia lalui itu sulit.

Singkat kata, siapapun penontonnya pasti menikmati penampilan Sethi. Apa lagi yang bocah ini pikirkan? Apa lagi yang bocah ini lakukan? Kualitas-kualitas Mowgli yang spesial dan selalu mengundang tanya ini dengan baik dikeluarkan oleh Sethi. Tak heran jika ia begitu disayangi oleh kawanannya dan dibenci setengah mati oleh Shere Khan, macan Bengal yang kami yakin sirik pada kualitas Mowgli ini.

The Jungle Book Movie Review

Pengisi Suara Maksimal

Menemani Sethi memberi nyawa pada film ini adalah para bintang mumpuni yang tak kenal istilah tanggung menyumbangkan suara mereka. Mulai dari Bagheera (Ben Kingsley) yang bersuara bijaksana, Shere Khan (Idris Elba) yang mengintimidasi, Kaa (Scarlett Johansson) yang mengancam menggoda, King Louie (Christopher Walken) yang menggelegar, hingga Baloo (Bill Murray) yang terdengar sangat … sangat hangat dan bersahabat.

Dan sengaja kami meninggalkan Raksha (Lupita Nyong’o), serigala betina yang dipanggil ibu oleh Mowgli, sebagai yang terakhir. Mengapa? Bukan hanya yang kami nilai memiliki kualitas suara terbaik, suara Nyong’o yang penuh emosi seorang ibu (baca: walau berwujud serigala) sinkron dengan peribahasa “Sebuas-buasnya macan, tak mungkin memakan anaknya sendiri.

The Jungle Book Movie Review

Mungkinkah Mowgli Beradaptasi dengan Peradaban Manusia?

Mowgli mengenal wujud manusia selain dirinya, namun tak pernah benar-benar mengenal peradabannya. Pasalnya, dalam kisah asli Kipling, Mowgli terlalu repot mengurusi banyak masalah di hutan.

Sempat sekali Mowgli dikira anak pasangan suami istri manusia yang hilang, terbukti ia sulit beradaptasi. Yang terjadi, Mowgli kembali ke hutan memanggil para binatang guna menyelamatkan suami istri ini dari fitnah seorang pemburu kejam. Terbukti, bahwa di hutan Mowgli kuat, dan sebaliknya, ia menjadi lemah dan bingung dengan jati dirinya.

Ujung kisah yang tak berujung yang diberikan Kipling untuk Mowgli ini mengisyaratkan bahwa hukum alam berlaku adil terhadap semua penghuninya. Terlepas wujud Anda ketika dilahirkan, alam menginginkan semua isinya berjalan sesuai sistem, walau tak melulu taat. Karena walau jika Anda dilahirkan sebagai seekor serigala di tengah kawanan serigala, ketika Anda berbulu domba apalagi berwarna hitam, Anda menempati posisi terendah dalam setiap rantai makanan.


Director: Jon Favreau

Cast: Neel Sethi, Bill Murray, Scarlet Johansson, Idris Elba, Ben Kingsley, Lupita Nyong’O, Christopher Walken

Duration: 111 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top