Connect with us
TombRaider

The Killing of a Sacred Deer Movie Review: A Type of Movie Which Keeps You Restless, in Suspense

The Killing of a Sacred Deer
A24

REVIEWS

The Killing of a Sacred Deer Movie Review: A Type of Movie Which Keeps You Restless, in Suspense

This review contains no spoilers

(3.5/5) 

Tipe film yang tak mudah diulas karena premisnya tak umum dan 2/3 bagian filmnya tak secara naratif atau eksplisit menjelaskan apa plotnya. Ada banyak lapisan penyelubung, khususnya adegan pertemuan kedua karakter utama yang diulang-ulang dan dengan topik pembicaraan tak esensial; desain tali jam tangan dan rambut tubuh pria dewasa yang lebat. Namun bagi sang sutradara, Yorgos Lanthimos (Alps, The Lobster) kata “intensitas” menjadi kunci dari strategi pendekatan terhadap misteri filmnya sekaligus menggambarkan seperti apa relasi antar kedua karakter utamanya.

Walau pada akhirnya, intensitas bukanlah yang jadi inti masalah dari film ini, kami jadi paham motif tokoh Martin (Barry Keoghan) diplot mengajak Steven (Collin Farrell) bertemu terus-menerus. Ada sebuah hal penting terjadi dari kacamata Martin, membuat alur cerita yang awalnya berjalan biasa dan lambat, akhirnya memberi petunjuk adanya sebuah tujuan jelas. Pertemuan rutin itu bak sebuah peringatan sehingga kami pun ikut dibuat tak nyaman ketika tokoh Steven mulai merasa terganggu dengan ajakan Martin yang belakangan, bukan hanya terasa impulsif namun juga obsesif. Well, tidak salah jika MuviBlaster sempat berpikir Martin adalah seorang pengagum rahasia, akibat tak jeli melihat sorot mata Martin yang sebenarnya penuh dengan kebencian.

Bukan tipe film yang membocorkan plotnya di bagian awal, kecuali jika Anda bisa menerjemahkan secara filosofis makna dalam judul filmnya, karya visual unik Lanthimos kali ini membuat kami jadi tak sabar menanti misi apa yang dipendam seorang diri oleh sosok semuda Martin. Walau kami sudah mengendus adanya motif aneh di balik kedekatan Martin dengan Steven, kami sulit menerka karena minimnya informasi mengenai latar belakang kedekatan mereka. Kami hanya tahu bahwa Steven diplot semacam mentor untuk Martin yang baru saja kehilangan ayahnya. Merasa simpati pada Martin, Steven selalu mengiyakan ajakan bertemu darinya. Tak heran jika sejak film dibuka, adegan pertemuan antara Martin dan Steven terus bergulir hingga akhirnya Martin berkenalan dengan keluarga Steven; sang istri, Anna (Nicole Kidman), sang putri, Kim (Raffey Cassidy), dan sang putra, Bob (Sunny Suljic).

Semenjak bertemu keluarga Steven-lah, tingkah Martin banyak berubah. Ia makin sering minta bertemu tanpa mempertimbangkan kesibukan Steven yang berprofesi sebagai dokter bedah jantung. Bahkan ia makin sering muncul mendadak tanpa konfirmasi dari Steven. Memberi indikasi bahwa Martin terobsesi dengan Steven, awalnya kami mengira bocah ini hanyalah sedang mengalami krisis anak remaja. Maklum, Martin masih nampak kehilangan sang ayah dan tak punya banyak teman untuk berbagi. Namun benarkah demikian?

The Killing of a Sacred Deer

Hingga akhirnya Bob mengalami kelumpuhan kaki mendadak setelah hampir separuh durasi berjalan, misteri itu seakan minta dikuak. Tak jelas apa yang terjadi pada Bob hingga Martin memberitahu Steven sebuah hal mengerikan yang mustahil. Siapa gerangan Martin berani bicara sembarangan pada Steven si dokter yang notabene hanya percaya pada alasan ilmiah? Singkat cerita, Steven mengabaikan peringatan Martin namun mulai mengkhawatirkan kondisi seluruh anggota keluarganya.

Keoghan memiliki raut wajah yang cocok untuk menutupi misteri yang Martin simpan. Ia terlihat sabar namun juga menunjukkan obsesi terpendam. Entah apakah alasan itu adalah sungguh sebuah obsesi atau justru sebuah dendam kesumat? Yang pasti, pertemuan yang kemudian kami tafsir sebagai gangguan itu adalah cara Martin untuk memperingatkan Steven bahwa sejak awal ia tak pernah berbasa-basi.

Farrell sendiri memainkan karakter Steven yang kehidupannya mapan dan teratur namun hampa. Keluarganya baik-baik saja namun jelas terlihat mereka tak begitu dekat. Sang istri, Anna, bahkan berpura-pura jadi pasien koma sebagai bagian dari ritual seksnya dengan Steven. Apakah kebiasaan workaholic Steven membuatnya begitu kaku sampai-sampai Anna harus demikian kreatifnya?

The Killing of a Sacred Deer

Kengerian mulai terjadi ketika Kim juga mengalami kelumpuhan kaki mendadak, menyusul Bob yang belakangan kehilangan nafsu makan secara total. Keduanya terbaring di atas ranjang, membuat Anna dan Steven benar-benar bingung dengan apa yang terjadi dan mulai menganggap serius apa yang sedang dikatakan Martin. Jikapun apa yang dikatakan Martin benar adanya, bagaimana solusi untuk semua kengerian yang tak mereka mengerti ini?

Yang pasti, solusi yang disodorkan di klimaks adalah solusi yang tak bisa di-judge dari kacamata sebuah persepsi saja. Ketika kami memandangnya di luar nalar (baca: bukan out-of-the-box) namun juga realistis, Anda mungkin melihatnya gila dan kejam. Di film ini, Martin justru melihatnya wajar dan tak terelakkan karena ia adalah seorang yang percaya hukum sebab akibat. Pertanyaannya, jika pihak keluarga yang diplot menjadi korban, dosa apa yang sudah diperbuat Steven? Dan siapa gerangan Martin yang memiliki hak untuk menghukum mereka?


Director: Yorgos Lanthimos

Cast: Collin Farrell, Nicole Kidman, Raffey Cassidy, Barry Keoghan, Sunny Suljic

Duration: 121 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

RECENTLY WATCHED

COMING SOON

To Top