Connect with us
TombRaider

The Lego Ninjago Movie Review: Fortunately The Fun Is Still Despite the Mainstream Plot and Jokes

The Lego Ninjago Movie Review
Warner Bros. Pictures

REVIEWS

The Lego Ninjago Movie Review: Fortunately The Fun Is Still Despite the Mainstream Plot and Jokes

This review contains no spoilers

(3/5) 

Tema pencarian jati diri kembali diangkat dan kali ini melalui film The Lego Ninjago Movie. Tidak banyak hal baru yang ditampilkan kecuali gaya oriental serta karakter dan kisah dari film yang sebelumnya hanya dikenal lewat seri mainannya itu. Yang mencengangkan adalah fakta bahwa franchise film Lego ini terus melaju, bahkan berpotensi mengembangkan sayap lebih lebar lagi mengingat isi katalognya yang demikian banyak. Tinggal kita tunggu saja, siapa yang selanjutnya mendapat giliran.

The Lego Movie (2014) merupakan film perdana yang sukses memperkenalkan seri Lego Minifigure dan Lego Superheroes secara umum. Jika kemudian Batman-lah yang mendapatkan giliran ekslusif di tahun 2017, sudah sewajarnya. Namun siapa gerangan Lloyd Garmadon yang bukan merupakan sosok asli dari Green Lantern, melainkan Green Ninja? Sepertinya Superman sedang marah di manapun ia berada sekarang.

The Lego Ninjago Movie memperkenalkan sebuah tim ninja remaja misterius yang selalu muncul ketika kota Ninjago dilanda masalah. Masalah yang dimaksud tak lain tak bukan adalah ulah si (Lord) Garmadon (Justin Theroux), yang tak lain tak bukan, adalah ayah dari si ninja pemimpin, Lloyd (Dave Franco). Selanjutnya Lloyd hanyalah Lloyd, karena ia enggan menggunakan nama depan sang ayah di belakang namanya itu.

Pasalnya, Lloyd kesal sekaligus rindu pada sosok ayah yang juga merupakan villain dari film ini. Garmadon hanya ingat sosok Lloyd saat ia masih bayi. Garmadon hanya ingat sosok Lloyd saat ia masih botak dan menangis. Paling mengesalkan ketika Garmadon hanya menelepon Lloyd ketika pantat bodohnya tidak sengaja menekan kontak Lloyd pada suatu pagi. Singkat cerita, Garmadon tidak ngeh kalau putranya sudah tumbuh remaja penuh rambut di kepala. Tidak penting untuk dibahas memang, namun dinamika hubungan ayah-anak tak beres di atas merupakan satu-satunya penyelamat film ini dari keklisean dan kegaringan berkepanjangan.

Dibandingkan kedua film pendahulunya, kami menilai The Lego Ninjago Movie tampil lebih santai dalam artian malas berusaha, khususnya dalam hal pengembangan cerita. Walau tak mengikuti perkembangan seri mainannya secara detail, kami berani jamin plot dalam film ini dibuat begitu setia. Dan saking setia pada plot seri mainannya itu, aspek-aspek lain jadi ikut stagnan.

Ada beberapa letupan humor yang efektif namun tidak berkelanjutan, bak “Bingung mau dibawa ke mana lelucon ini selanjutnya?” Ada elemen-elemen baru namun sekedar dibuat ada ketimbang memberi kesan untuk diingat. Alhasil, The Lego Ninjago Movie dengan mudah dikritik karena naif mengemban misi mewarisi seluruh aspek dalam seri Lego Ninjago tanpa memperhatikan warisan sukses kedua film pendahulunya.

The Lego Ninjago Movie Review

Berita baik, kami masih menikmati keajaiban gerak mainan blok warna-warni dalam format 3D ini. Ada kota Ninjago yang selalu padat dengan aktivitas, ada pula teknologi-teknologi canggih para ninja yang tersembunyi di bawah tanah kota. Bonusnya, The Lego Ninjago Movie memberi bonus animasi jurus bela diri baik dengan senjata maupun tangan kosong. MuviBlaster para penikmat mainan Lego, dijamin puas dengan visualisasi film yang digarap borongan ini (Charlie Bean, Paul Fisher, Bob Logan).

Film ini memulai keseruannya ketika Garmadon mulai sadar bahwa ia masih memiliki naluri seorang ayah. Karena hal ini terjadi, Garmadon menjadi galau dan secara naluriah menolong Lloyd cs mengembara dalam hutan berbahaya. Adegan-adegan bodoh bercampur heroik berubah jadi kocak, memberi momen ayah-anak yang selama ini keduanya tunggu, terlepas momen itu sudah kami duga sebelumnya.

Ada juga karakter Master Wu yang disuarakan oleh Jackie Chan (Rush Hour, Shanghai Noon, Police Story) yang selalu sukses memberikan aura serius dan misterius dalam setiap momen kritis. Selalu memberi pesan-pesan filosofis, selalu memberi petunjuk-petunjuk yang tak pasti, Wu adalah sosok utama di balik suksesnya pencarian jati diri Lloyd cs. Find your inner peace. Find the ultimate ultimate weapon! Kalau ada yang hal yang sulit ditebak di film ini, Wu-lah jawabannya.


Director: Charlie Bean, Paul Fisher, Bob Logan

Voice Cast: Jackie Chan, Dave Franco, Justin Theroux, Michael Pena, Olivia Munn, Fred Armison, Zach Woods

Duration: 111 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

RECENTLY WATCHED

COMING SOON

To Top