Connect with us
babydriver

The Man from U.N.C.L.E Movie Review: Celebrating 60s with Modern Version of Sherlock Holmes, Style of a James Bond and Playful but Thrilling Spy Mission

MUVIBLAST - movie website for movie enthusiasts, based in Indonesia. Movie reviews, movie review, film review, review film, movie trailer, movie trailers, trailer movie, movie news, coming soon movies, playing now movies, box office movies, indie movies, cinema movies, independent movies, japanese movies, korean movies, hollywood movies, asian movies

Home

The Man from U.N.C.L.E Movie Review: Celebrating 60s with Modern Version of Sherlock Holmes, Style of a James Bond and Playful but Thrilling Spy Mission

Overall Rating: 4.0 Stars

Straight to the point. Jika MuviBlaster adalah penggemar film bertemakan spionase, James Bond, Sherlock Holmes, atau Guy Ritchie, The Man from U.N.C.L.E adalah sebuah film yang bisa memuaskan Anda terhadap keempat interest ini.

Bukan hanya film ini diadaptasi dari serial TV populer tahun 60-an berjudul sama, film ini juga menyajikan sebuah versi yang berbalut aksi penuh gaya. Ya … sesuai dengan tagline-nya Saving the World Never Goes Out of Style atau A Higher Class of Hero, The Man of U.N.C.L.E memanglah mengusung gaya retro, namun dengan sentuhan keren nan jenaka khas Ritchie.

Sedari awal film dibuka, kami sudah tahu betapa niatnya film ini dibuat. Selain pengarahan Ritchie yang seperti biasa serius namun dinamis dan kreatif, sinematografi apik, setting yang dibangun begitu artistik sekaligus meyakinkan, hingga koleksi wardrobe yang membuat setiap karakter berkarisma, The Man from U.N.C.L.E nyaris memiliki seluruh IT faktor yang menjadikan sebuah film layak tonton. Lalu bagaimana dengan para bintangnya?

The Man from UNCLE Movie Review

Layaknya Sherlock Holmes dan John Watson versi modern, The Man from U.N.C.L.E juga memiliki sepasang jagoan yang dapat diandalkan, Napoleon Solo dan Illya Kuryakin. Bedanya? Holmes dan Watson adalah sepasang rekan kerja yang walau sifatnya berbanding terbalik namun saling membantu. Sedangkan Solo dan Kuryakin adalah sepasang rekan kerja yang sifatnya juga berbanding terbalik namun “terpaksa” saling membantu.

Mungkin sebuah misi menggagalkan peluncuran senjata nuklir bisa jadi menyenangkan bagi seorang Solo, mulai dari beraksi seru bersama seorang montir cantik (Gaby Teller) hingga mengerjai agen mata-mata berbakat Rusia (Kuryakin). Namun bagi Kuryakin, misi ini adalah serius sehingga dengan segala upaya, ia berusaha membekuk solo … pada awalnya.

Awalnya, Kuryakin yang seorang agen asal Rusia diperintahkan untuk membunuh Solo yang merupakan agen asal Amerika. Namun, demi tujuan yang sama, kedua atasan mereka pun memerintahkan keduanya untuk bekerjasama. Sontak, kedua agen yang beda kepribadian ini sangat sulit beradaptasi, apalagi ketika dalam penyamaran.

Henry Cavill VS Armie Hammer

Melihat nama Henry Cavill memainkan Solo, kami sempat ragu. Pasalnya, Solo yang bak seorang James Bond versi TV digambarkan mirip seorang James Bond; flamboyan, jenaka, dan seorang perayu hati wanita. Apakah Cavill mampu menjelma menjadi karakter yang sedemikian tidak seriusnya?

Well … nyatanya our Man of Steel tidaklah sekaku dan sekeras besi. Nyatanya, Cavill bisa juga mengeluarkan sisinya yang lain, sisi yang membuat kami cukup tertipu sana sini berkat kemahiran tangannya mencuri dan mulutnya merayu manis.

Namun, kalau boleh jujur, yang justru lebih menarik perhatian kami adalah penampilan Armie Hammer sebagai Kuryakin yang serius dan kaku. Dengan pas memerankan kekakuan ini, kami justru melihat sisi jenaka Hammer yang cukup unik. Apalagi dengan karakter Kuryakin yang digambarkan serba sulit;  sulit menahan amarah, sulit menampilkan emosi apalagi ekspresi lainnya, kami justru makin dibuat penasaran dengan karakternya ini, penasaran seperti apa kalau ia tertawa, merasa menyerah, apalagi galau ketika jatuh cinta.

Here Come the Femme Fatales

Well …well …well … sungguh beruntung Solo dan Kuryakin yang masing-masing mendapat lawan jenis yang berimbang. Solo yang flamboyan dan seorang womanizer mendapatkan si licik nan ambisius sekaligus bertubuh lebih jangkung darinya, Victoria Vinciguerra (Elizabeth Debicki). Sedangkan Kuryakin mendapatkan si protagonis cantik yang sulit diatur, Gaby Teller (Alicia Vikander).

Menariknya, walau Debicki dan Teller diberikan peran yang 100% beda kubu dari awal hingga akhir, kami melihat keduanya memiliki posisi yang sama-sama kuat sebagai femme fatale. Walau demikian, keduanya tidaklah mendominasi porsi besar yang memang diplot untuk para pria, membuat kedua karakter utama wanita ini menjadi karakter pendukung yang bisa membuat para prianya pincang jika dipandang sebelah mata.

The Man from UNCLE Movie Review

Khususnya Debicki, setelah tampil meyakinkan sebagai Jordan Baker dalam The Great Gatsby (2013), aktris keturunan Paris, Polandia dan Australia yang terlihat lebih dewasa ketimbang umurnya (baca: 25 tahun) kembali menghentak dengan tampil elegan, menawan sekaligus mengerikan sebagai sang villain bergaya aristokrat.

Vikander, walau tampil sedikit lebih sangar dari biasanya, tetap mampu menunjukkan sisi manisnya. Buktinya, Kuryakin yang sedemikian kaku bisa juga goyah karena kecantikan dan keberanian seorang Gaby Teller. Walau interaksi keduanya tidak dieksplor terlalu mendalam, namun kami bisa merasakan chemistry keduanya mulai tumbuh kuat.

Not Strong but Appealing Enough

Walau kami akui chemistry Cavill dan Hammer belumlah sesempurna dan semeyakinkan Holmes dan Watson, chemistry keduanya memanglah pas hubungan kedua karakternya. Bahwa keduanya masih memiliki motif saling membunuh satu sama lain, bahwa keduanya masih merasa lebih unggul dari yang lain adalah beberapa motif mengapa Anda, secara kasat mata, tidak akan melihat hubungan kerjasama yang solid. Tapi tentu ini bukanlah sebuah minus, melainkan sebuah bonus mengapa intrik antara Solo dan Kuryakin semakin seru diikuti.

Dengan kompetisi tiada henti di antara keduanya, apalagi dikemas dengan skrip cerdas nan jenaka walau di situasi paling genting sekalipun, greget film ini semakin menjadi kuat. Ibarat sebuah koin, Solo dan Kuryakin seperti beradu ingin sama-sama memang, namun tidak mereka sadari bahwa sebenarnya mereka bergantung pada sebuah koin yang sama.

Not That Strong but a Sequel Is Anticipated

Jujur saja, walau sebenarnya plot spionase yang diusung The Man from U.N.C.L.E bukanlah sesuatu yang baru, kemasan menariklah yang sebenarnya berhasil menyelamatkan film ini dari paradigma pengulangan ide apalagi membosankan.

Walau memang film ini tidak memiliki aktor selihai dan sejenaka Robert Downey, Jr, The Man from U.N.C.L.E tetaplah menyenangkan dan menjadi bukti bahwa Ritchie memang memiliki sentuhan magis soal mengolah genre spy thriller. Kami yakin banyak yang setuju jika sekuelnya dibuat. Anda ikut menanti?

The Man from UNCLE Movie Review

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PLAYING NOW

thorragnarok

To Top