Connect with us
princessmononoke

The Mummy Movie Review: A Disappointing Resurrection That Tom Cruise and His Adrenaline-Fueled Act Just Can’t Save

The Mummy Movie Review
Universal Pictures

TRAILERS

The Mummy Movie Review: A Disappointing Resurrection That Tom Cruise and His Adrenaline-Fueled Act Just Can’t Save

This review contains mild spoilers

(2.5/5) 2.5 Stars

Film pertama dalam semesta Dark Universe milik Universal Pictures ternyata tidaklah segelap warna hitam yang kami bayangkan. The Mummy justru memuat konten komedi yang membuat pengalaman menonton kami tidak melulu diserang teror teknik jump scare. Plus, jangan lupa, ada penampilan mega movie star, Tom Cruise (Mission: Impossible, Jack Reacher), yang efektif memberikan sensasi nonton berbeda lewat personal image menariknya; wajah tampan dan karisma tak terkikis waktu serta gerak-gerik aksi yang tak hanya masih prima namun juga gesit.

Konsep reboot, jajaran bintang baru, serta efek visual yang otomatis mengikuti jamannya, The Mummy memiliki banyak alasan untuk terlihat menjanjikan. Plot yang notabene dirombak total, bintang-bintang yang kami nilai pilihan (baca: memiliki ciri khas yang kami yakini dapat menghidupkan karakter yang mereka mainkan, melebihi cuplikan di trailer-nya), serta nama-nama belakang layar yang terkenal handal menangani genre ini (baca: Alex Kurtzman, David Koepp, Christopher McQuarrie) juga menjauhkan kami dari bayangan bahwa The Mummy akan menjadi tontonan dangkal.

Karakter femme fatale yang Sofia Boutella (Kingsman: The Secret Service, Star Trek Beyond) mainkan; seorang putri Mesir yang menyimpan dendam kesumat terhadap keluarganya dan akhirnya bersekutu dengan iblis, memberi The Mummy sebuah aura megah. Walau bukan penggemar Annabelle Wallis (The Conjuring, King Arthur: Legend of the Sword), ada kesan bahwa ia akan menjadi love interest yang membuat sosok Cruise manis di layar. Dan naga-naga Russell Crowe (Gladiator, A Beautiful Mind, Man of Steel) mengeluarkan taji villain-nya seakan tak sabar ingin mengeluarkan api. Namun siapa sangka, dinding harapan yang kami bangun di atas nama-nama ini perlahan runtuh akibat ulah biang keladi berikut ini.

The Mummy Movie Review

Tak lain tak bukan, plot tak fokus lagi-lagi menjadi batu sandungan, perusak pesta yang direncanakan berakhir akbar. Padahal asal-usul konflik yang bermuara pada masa lalu Putri Ahmanet (Boutella) kami nilai sudah cukup baik walau sebenarnya standar. Boutella sudah sukses memberi kesan kejam dan berbahaya di balik figurnya yang feminim dan wajahnya yang cantik. Penemuan sarkofagus milik Ahmanet oleh Nick (Cruise) juga kami nilai membuka film ini cukup seru. Sayang, apa yang terjadi selanjutnya terasa hampa karena berisi terlalu banyak lubang yang membuat esensinya bocor terus.

Walau alasan Ahmanet memilih Nick untuk menjadi “pasangan”nya didasari pada faktor reinkarnasi, sayang faktor ini tidak sanggup menjadi pondasi kuat untuk pengembangan alur selanjutnya. Alih-alih memperjelas profil Nick di masa lalu, The Mummy malah cuek berjalan maju, memaksa kami untuk menerima takdir Nick yang klise. Walau dengan alasan membiarkan penonton berasumsi sendiri, terlalu banyak lubang cerita yang tidak diisi, membuat teka-teki yang beda tipis dengan yang namanya twist, gagal memberi jawaban pintar atau minimal membuat wajah terperangah. Alhasil, Ahmanet pun ikut terseret arus yang tak mengalir mulus ini dan tak lagi jadi tokoh sentral karena, mau tak mau, Ahmanet harus mau diplot “membantu” Nick mencari jati diri ke sebuah ujung yang nihil. Singkat kata, kami melihat Ahmanet adalah karakter yang malang; sengaja diciptakan sebagai nilai jual namun kemudian dikorbankan akibat jalan cerita yang tidak dipikirkan matang.

Jenny milik Wallis yang diplot memberi greget romansa agar sosok Nick tak menjadi one-dimensional juga gagal melakukan tugasnya. Gerak-geriknya hanya menganggap Nick sebatas kolega jika bukan pria egois yang tak bisa diberi hati. Dialognya dengan Nick juga tidak terasa emosional, memperkuat asumsi kami bahwa ia menganggap Nick tak lebih dari sekedar teman. Adegan zero gravity bersama Nick yang digaungkan sebagai adegan perekat hubungan, juga ternyata hanya bertujuan memberi Nick kesan pria bernyali.

Dan Crowe? Sebagai villain atau tidak, karakternya tidak mampu menyaingi dominasi Boutella maupun Cruise, namun berpotensi menarik. Menarik karena karakternya diciptakan sebagai mediator yang bertugas ganda, memberi waktu sekaligus mengulur waktu. Apakah mungkin karakternya merupakan wujud reinkarnasi dari karakter lain di masa lalu? Apapun asumsinya, tak akan bisa menutupi kebocoran yang sudah terlanjur kronis.


Director: Alex Kurtzman

Cast: Tom Cruise, Sofia Boutella, Annabelle Wallis, Russell Crowe, Jake Johnson, Courtney B.Vance

Duration: 110 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

gintama

thebattleshipisland

waroftheplanetoftheapes
To Top