Connect with us

The New Adventures of Aladdin Movie Review: An Amusing Tale Reconstruction but a Failed Laughter Booster

The New Adventures of Aladdin Movie Review
Pathe

REVIEWS

The New Adventures of Aladdin Movie Review: An Amusing Tale Reconstruction but a Failed Laughter Booster

This review may contain mild spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Walau film produksi Prancis ini memiliki selera humor cukup aneh, untung saja ide cerita dan gaya narasinya menarik. Faktor pendukung lain, kebetulan kami adalah penggemar kisah Aladdin dan lampu ajaibnya, bukan kisah para putri dan pangeran tampan di negeri dongeng.

Kredit tambahan juga kami berikan untuk sisipan adegan berkonsep unik, seperti adegan kedatangan pangeran yang tampaknya kaya dalam kemasan video klip ala India, adegan iklan shampo untuk rambut keriting Aladdin serta adegan penutup “I’m your father, I’m your son” ala Darth Vader dan Luke Skywalker dalam Star Wars. Namun, apakah adegan-adegan ini cukup untuk membuat puji-pujian kami berlanjut?

Sayang, kekurangan terletak pada konten komedi yang tanggung, salah satunya terlihat dari banyak kalimat lelucon yang terlontar garing. Terdapat pula dramatisasi slapstick berlebihan yang membuat kelucuan yang seyogyanya muncul, malah tertahan. Mulai dari adegan pencarian lampu ajaib, adegan pertemuan Aladdin dan si jin, adegan tirani si Perdana Menteri terhadap rakyat Bagdad, hingga adegan ayah-anak Aladdin dan si Perdana Menteri di bagian klimaks.

The New Adventures of Aladdin Movie Review

Kisahnya literally fiksi karena merupakan rekaan seorang pria pecicilan bernama Sam (Kev Adams) yang terpaksa bekerja menjadi Sinterklas di malam Natal. Singkat cerita, karena desakan anak-anak di sebuah department store, Sam pun terpaksa mendongengkan kisah Aladdin, namun versi miliknya. Seperti apa kisahnya?

Mirip kisah Aladdin yang MuviBlaster baca di buku cerita, setelah memasuki sebuah istana (baca: bukan goa) misterius dan mengambil lampu ajaib, ia berteman dengan si jin dan mendapat beberapa kesempatan permintaan. Namun, alih-alih 1 atau 2, berkat skill negosiasi yang tidak Aladdin sadari ia miliki, ia pun mendapatkan 7 kesempatan. Banyak di antaranya dipergunakan untuk mempermulus jalannya merebut hati sang Putri Shallia (Vanessa Guide).

Karakter antagonis di sini bukan si Jafar yang identik dengan warna ungu, melainkan Perdana Menteri bernama La Vizir yang berkostum hijau mirip Loki. Mengendus adanya potensi kuat Aladdin menghancurkan rencana jahatnya, La Vizir pun menghimpun strategi untuk merebut hati Putri Shallia, termasuk menguasai kerajaan Bagdad yang ingin ia bangun sebuah mall itu.

Sensasi Segar Aladdin di Bagdad

Walau diberi embel-embel new, film yang diberi judul The New Adventures of Aladdin ini tidak menampilkan twist seperti Maleficent (2014) atau pengembangan cerita seperti Pride and Prejudice and Zombies yang akan tayang dalam waktu dekat. Plotnya linear dengan sisipan adegan slapstick hampir dalam setiap kesempatan, yang walau gagal, menghembuskan sedikit angin segar.

Untuk departement cast, walau kami tak familiar, berakting dengan gerak-gerik mengundang tawa yang cukup alami. Desain produksi filmnya juga terlihat cukup indah, walau kurang memberi detail Timur Tengah sesuai kultur kisahnya. Alun-alun kota nampak di-set ala kadarnya, namun pemandangan gurun luas yang mengelilingi dinding kota Bagdad dan bersisian dengan istana raja, bolehlah dibanggakan.

Perdana Menteri, si Penggembira Tergaring

Bicara soal karakter penggembira utama film ini, bukanlah si Aladdin apalagi Putri Shallia. Adalah Perdana Menteri yang walau wajahnya melulu datar dan sangar, justru menampilkan gerak-gerik dan mencetuskan rencana-rencana paling konyol. Merekrut sahabat Aladdin yang sudah dikira tewas sebagai keponakan bohongan, bicara sendiri selagi diawasi penjaga, hingga berbohong melankolis sewaktu bertarung dengan Aladdin, adalah beberapa aksinya yang membuat kami tak habis pikir.

Dan kalau dipikir-pikir, aksi-aksi si Perdana Menteri-lah yang menjadi sumber kegaringan yang kami rasakan. Ekspresi wajah datar yang dipaksa terlihat lucu dengan jenggot berkuncir, lengkap dengan adegan yang terasa dipaksakan untuk memenuhi slot komedi yang tersebar, karakter ini adalah penggembira tergaring seantero Bagdad. Dan untung, ke mana konotasi opini kami ini bermuara masihlah ambigu karena faktanya, kami tertawa, walau tipis.

The New Adventures of Aladdin Movie Review

Director: Arthur Benzaquen

Cast: Kev Adams, Vanessa Guide, Arthur Benzaquen, Jean‑Paul Rouve

Duration: 107 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

COMING SOON

thorragnarok

To Top