Connect with us
thorragnarok

TMNT 2: Out of the Shadows Movie Review: The Fun Remains but Is Oblivious of What Matters Most to Adult Watchers

TMNT 2 Out of the Shadows Movie Review

REVIEWS

TMNT 2: Out of the Shadows Movie Review: The Fun Remains but Is Oblivious of What Matters Most to Adult Watchers

This review contains no spoilers

(3/5) 3.0 Stars

Walau kejenakaan Mikey AKA Michaelangelo masih memberi suntikan kegembiraan untuk sekuel yang berpindah tangan pada Dave Green (Earth to Echo), sayangnya tidak ada adegan berkesan yang bisa kami bawa pulang. Walau dengan potensi konflik yang sentimental, konflik dari sekuel yang masih diproduseri Michael Bay (Bad Boys, Transformers) ini digarap ringan dan berjalan di jalur linear. Singkat kata, rangkaian kekecewaan kami pada film-film penggebrak musim panas tahun ini belumlah berakhir.

Berita baiknya. Megan Fox (Jennifer’s Body, Transformers) masih terlihat cantik dan kemegahan efek visual Bay masih kental terasa. Kesolidan 4 kura-kura ninja lihai ini juga masih terjaga. Tempo alurnya juga cenderung stabil lengkap dengan adegan aksi seru yang seakan tak bisa berhenti. Lebih jauh lagi, ada bonus kehadiran bintang serial TV tampan, Stephen Amell (The Flash, Arrow) sebagai Casey Jones, love interest dari April O’Neil (Fox) di versi komiknya.

Green yang sebelumnya pernah menggarap film bertema fiksi ilmiah dengan target penonton anak-anak juga kami nilai menjaga berbagai elemen dalam sekuel ini tetap dalam batasnya. One liner yang tak kasar namun tetap mengundang tawa, adegan baku hantam yang keras namun tak bersimbah darah, hingga penampilan Fox yang dalam batas wajar namun tetap mengeluarkan aura seksi.

TMNT 2 Out of the Shadows Movie Review

Selain karakter baru, dari segi cerita, TMNT 2 yang diberi sub judul Out of the Shadows ini juga memberikan wacana baru, terutama soal dilema 4 saudara kura-kura yang lelah hidup sembunyi-sembunyi di bawah aspal jalanan kota New York. Mereka ingin sekali keluar, di siang hari, dan diterima oleh masyarakat, sebuah dilema yang berpotensi menjadikan sekuel ini dipandang penting, namun sayangnya seperti yang telah kami kemukakan di atas, tidak dimanfaatkan baik. Lalu apa lagi yang kurang?

Kebebasan Shredder yang Sia-Sia

Problem pertama kami adalah ketika melihat Shredder (Brian Tee) yang kembali ditampilkan namun dengan porsi minim dan level kepentingan rendah. Otomatis, terlepas ekspresi wajahnya yang sangar sepanjang film, kehadirannya jauh dari kesan mengintimidasi.

Problem kedua kami adalah ketika melihat sepasang antek-antek baru Shredder, yang nyentrik dan bodoh, mendominasi strategi liciknya. Adalah Bebop (Gary Anthony Williams) dan Rocksteady (Stephen Farrelly), yang berubah wujud menjadi binatang setelah disuntikkan serum alien warna ungu milik Krang (Brad Garrett), dengan liar mendominasi layar, bahkan merebut porsi adegan tarung dengan Leonardo (Peter Ploszek), Raphael (Alan Ritchson), Donatello (Jeremy Howard), dan Michaelangelo (Noel Fisher), paling banyak.

Kami akui, di satu sisi, kehadiran mutan badak dan babi liar ini memuaskan para penggemar setia TMNT. Namun di sisi lain kehadiran keduanya merusak kontrol alur cerita, terutama ketika Shredder sebenarnya masih punya kuasa. Imbasnya, kebebasan Shredder jadi sia-sia dan keseruan aksi 2 mutan ini jadi keluar dari konteksnya.

TMNT 2 Out of the Shadows Movie Review

Target Audiens Anak-Anak

TMTN 2: Out of the Shadows tidaklah buruk, terutama jika kami bicara dalam konteks tontonan anak-anak. Namun karena penggarapan dan segala elemen yang aman inilah, TMNT 2 terlihat tidak maksimal, terutama bagi penggemar setia yang dulu cilik dan sekarang sudah dewasa.

Pasalnya, TMNT 2 memiliki konflik antar saudara yang sebenarnya bisa digali lebih dalam tanpa perlu takut keluar jalur, sebuah konflik yang justru bisa menambah wawasan penonton anak-anak mengenai penting artinya kerja kelompok dan kepercayaan. Selain itu, tak ada salahnya memaksimalkan sisi jahat Shredder untuk memberi wacana kebaikan VS kejahatan yang lebih menyeluruh, ketimbang mentransfer peran ini kepada 2 mutan yang memihak kejahatan karena alasan emosi labil.

Tak semua kalangan penonton terhibur, paling tidak sekuel yang menjadi film live action perdana bagi villain Krang ini masih menyajikan efek visual megah nan berkilau untuk adegan-adegan seru yang melibatkan deretan kendaraan dan peralatan canggih, gedung pencakar langit, hingga gorong-gorong bawah tanah tempat para kura-kura ninja menjalankan strategi mereka. Lengkap dengan kehadiran komposer Steve Jablonsky yang menggantikan Bryan Tyler soal score, jangan heran, jika MuviBlaster tak muak, mendengar nada-nada kedatangan para robot Transformers dengan cukup jelas.


Director: Dave Green

Cast: Megan Fox, Will Arnett, Stephen Amell, Tyler Perry, Brian Tee

Duration: 112 mins


[related_post themes=”flat”]

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top