Connect with us
TombRaider

Tokyo Ghoul Movie Review: Halfway to Everywhere, This Live Action Format Fails to Reach the Fullest

Tokyo Ghoul Movie Review
Shochiku

REVIEWS

Tokyo Ghoul Movie Review: Halfway to Everywhere, This Live Action Format Fails to Reach the Fullest

This review contains no spoilers

(2.5/5) 

Kurang menggigit. Demikianlah kesan kami terhadap film adaptasi anime-manga satu ini, yang mewarisi premis menarik, namun gagal dieksekusi dengan baik. Alhasil, Tokyo Ghoul menambah daftar panjang film live action produksi Jepang yang digarap serba tanggung, baik aspek teknis maupun non-teknis (baca: setelah Attack on Titan (2015) dan Terraformars (2016)).

Akting bintang utama Masataka Kubota (13 Assassins, Rurouni Kenshin) sebagai setengah manusia – setengah ghoul, setengah-setengah alias tak pernah menggebrak. Ekspresinya terlihat berusaha keras menghayati dilema yang dihadapi Ken Kaneki namun di saat mematahkan kesan dualisme yang karakter ini butuhkan. Melalui arahan yang kurang mantap, Kaneki tak punya kontrol atas status manusianya dan kerap kali tak sadar ketika ia sedang menjadi ghoul. Situasi tak terarah ini kemudian dibiarkan stagnan sehingga ketika klimaks terjadi, momen-momen terbaik itu sudah malas untuk lewat.

Sayang sungguh sayang, padahal babak pembuka dari Yu Aoi (Rurouni Kenshin) sebagai ghoul cantik bernama Rize Kamishiro kami nilai menarik karena memberikan misteri mengenai siapa gerangan sosok ghoul yang menghantui kota Tokyo selama ini. Walau kikuk, Kubota sebagai Kaneki memberikan pengenalan karakter yang cukup baik, memberi sinyal seberapa signifikan perubahan karakter Kaneki ketika ia sudah jadi ghoul nanti. Sayang, kami tak melihat karakter ini bertumbuh sesuai harapan.

Memperparah pengembangan karakter yang buruk di atas adalah alur cerita yang terlalu lamban dan meninggalkan banyak lubang. Mirip Kaneki yang seakan memilih pasrah menerima nasib, Tokyo Ghoul besutan Kentarō Hagiwara berjalan linear, tidak mau repot-repot memberikan teka-teki kepada penonton. Ketegangan itupun nyaris tak ada; kehadiran ghoul tak lagi menjadi kejutan, kesalahpahaman manusia terhadap ghoul pun terasa berlebihan jika bukan dibuat-buat.

Karakter pendukung juga tampil standar karena karakter mereka diperkenalkan ala kadarnya. Sempat tertarik dengan latar belakang Tōuka (Fumika Shimizu) sebagai seorang ghoul murni dan Kōtarō Amon (Nobuyuki Suzuki) sebagai seorang detektif dengan dendam masa kecil yang tak tersalurkan, menyesal kami sudah berharap keduanya mampu memberikan twist atau paling tidak, relasi esensial dengan Kaneki yang dapat ditunggu kelanjutannya dalam sebuah sekuel nanti.


Director: Kentarō Hagiwara

Cast: Masataka Kubota, Yu Aoi, Nobuyuki Suzuki, Fumika Shimizu, Hiyori Sakurada

Duration: 120 mins


 

 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

RECENTLY WATCHED

COMING SOON

To Top