Connect with us
thorragnarok

Zootopia Movie Review: The Pride of Being Predators, Stereotypes of Being Preys, Never Have Been Animals so Human

Zootopia Movie Review
Walt Disney Studios Motion Pictures

REVIEWS

Zootopia Movie Review: The Pride of Being Predators, Stereotypes of Being Preys, Never Have Been Animals so Human

This review contains no spoilers

(4/5) 4.0 Stars

Karakternya boleh binatang dan judulnya boleh diberi atribut zoo di depannya, namun kalau MuviBlaster jeli memperhatikan sebenarnya Zootopia menyindir perilaku bobrok para manusia. Karena, walau dalam dunia manusia tak pernah kenal istilah predator dalam tata sosialnya, namun ada istilah koruptor yang dengan perilaku lebih rendah daripada binatang. Setuju?

Sindiran pertama diwakili oleh karakter utama, seekor polisi kelinci bernama Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) yang selalu dianggap sebelah mata oleh polisi binatang lain. Bagaimana bisa kelinci bertubuh kecil dan berwajah imut bisa menangkap kriminal dengan sepasang telinga yang kerap naik turun itu?

Sindiran kedua diwakili oleh co-star-nya, seekor rubah bernama Nicholas Wilde (Jason Bateman) yang ternyata tidak hanya licik namun juga cerdas dan baik hati. Well … sebuah kontradiksi yang sungguh menarik.

Dan sindiran ketiga diwakili karakter kungkang yang notabene bergerak lambat dan bahasa Inggris-nya (baca: sloth) bermakna malas. Lucunya, karakter kungkang ini sinkron dikisahkan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil AKA PNS yang memang lekat dengan image malas-malasan. Sindiran yang tajam.

Menariknya, ketiga sindiran yang kami kemukakan di atas (baca: sebenarnya masih banyak lagi) digarap lewat visualisasi indah dan ditempatkan dalam situasi kocak. Lengkap dengan perawakan para binatang yang menggemaskan, dengan mudah kami menyematkan pujian untuk Zootopia, bahkan lebih tinggi ketimbang kedua seniornya yang sukses, Frozen (2014) dan Big Hero 6 (2015).

Menjangkau Banyak Target Penonton dengan Strategi Cerdas

Dengan sindiran-sindiran di atas, otomatis, Zootopia tidak menjadikan anak-anak dan keluarga sebagai target semata. Walau dengan rating Semua Umur, kami melihat Zootopia sebenarnya memiliki target lebih luas yaitu semua manusia di muka bumi dengan perangainya yang bermasalah. Dan jika MuviBlaster adalah satu dari sekian banyak penonton dengan problem yang sama, kemungkinan besar Anda akan merasa kesal karena habis disindir sepanjang durasi.

Namun tak mengapa, karena selama disindir, besar kemungkinan Anda akan tertawa, walau besar kemungkinan pula Anda sebenarnya menertawai diri sendiri. Tidak percaya? Well … tak usahlah muluk-muluk berkorupsi karena parkir kendaraan sembarangan hingga kena tilang dan bebas berbisnis namun selalu telat bahkan absen bayar pajak adalah beberapa kasus moderate yang ikut diangkat di film besutan keroyokan sutradara Byron Howard, Rich Moore, dan Jared Bush.

Untuk kasus dengan kerumitan lebih tinggi, ada walikota singa yang secara miris dijebak oleh asistennya, seekor domba betina berbulu singa. See … Zootopia juga memberi wawasan bahwa apa yang Anda lihat di permukaan tak selalu baik, dan sebaliknya. Di bagian inilah, Zootopia mengajak para penonton dewasa untuk berpikir kritis namun tak melulu rumit, membuka mata mereka untuk belajar analitis ketimbang mengandalkan asumsi.

Zootopia Movie Review

Penuh Detail Cerita Menarik

Dimanja 2 film produksi Pixar (baca: Inside’s Out dan The Good Dinosaur) tahun 2015 lalu, ada kemungkinan mata kami otomatis jadi ikut manja. Karena, secara visual, Zootopia memang tak mampu menyaingi. Namun, siapa sangka dengan plot dan detail yang digarap serius sekaligus realitis, kami melihat Zootopia jauh lebih menarik dari sekedar tampil CGI yang fantastis itu.

Memang, emosi kami tak sampai diaduk-aduk apalagi dibuat berderai air mata, namun sebaliknya, Zootopia sukses menembus benteng logika kami dengan selera humornya yang out-of-the box. Siapa yang tak tertawa melihat aksi sigung yang diberi nama Flash namun dengan gerak-gerik yang lambatnya minta ampun? Siapa juga yang kepikiran kalau rubah yang notabene licik bergantung hidup pada tikus karena tubuhnya yang kecil dan bisa dimasukkan ke dalam kereta bayi? What a hilarious strange situation!

Zootopia Movie Review

Jika Zootopia disebut sebagai versi utopia dunia binatang hanya karena para binatangnya divisualisasikan dengan kemampuan dan level insting yang melampaui manusia, kami tak setuju, karena sebenarnya Zootopia mengambarkan sebuah realita; bukan sebuah khayalan yang jauh sampai ke awang-awang.

Realita yang kerap kali terjadi di depan mata namun jarang ada yang mau peduli. Realita bahwa ketimbang memperhatikan orang-orang kecil yang jujur, orang-orang dengan kuasa besar dan kebohongan bertumpuklah yang selalu menjadi sorotan. Realita bahwa kekuasaan dapat membeli kebohongan sekaligus menjadi awan tebal bagi kebenaran. Mirip peribahasa semut dan gajah? Memang ya.


Director: Byron Howard, Rich Moore

Cast: Jennifer Goodwin, Jason Bateman, Shakira, Idris Elba, Jenny Slate

Duration: 108 mins


 

Leave Comments Below
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

25.10.17

thorragnarok

To Top